Angin menyapa membisik muram
Langit terbentang berbaju suram
Saat pagi merayap ke kaki Buana
Saat air menyimbah ke muka
" Ada akal di landa ke tenangan
Ada hati di langgar kegelisahan "
" Ada jasad bersenang kelenaan
Ada ajal di angkat kesyahidan "
Tasbih terhenti tergantung di tangan
Apa yang menganggu sekangkang ketenangan
Adakah aqsa milik mereka
Atau milik kita semua
Terus mengapa aku disini?
Duduk bersahaja berdiam diri?
Sedangkan sudah lama aku mengerti
Aqsa memanggil tanpa henti
Anak kecil menangis ketakutan
Mereka rakus menerangi kegelapan
Masjid rumah hancur berkecai
Yang tinggal hanya jasad terburai
Namun apa yang aku mampu beri?
Sekadar menonton di televisi?
Terus?
Apa yang terjadi?
Mahu saja di tempiknya sekuat hakikat
Mahu saja di jeriknya ke hujung kudrat
Namun...
Apalah pula di hujung kesudahannya?
Adakah sama saja isi keputusannya?
Bertahan bertahan dan teruslah bertahan
Selagi Tuhan masih setuju itu, sebagai Ujian
Bertahan bertahan dan teruslah bertahan
Selagi Tuhan masih memberi kewarasan
Selagi Tuhan masih melemparkan kenikmatan
Selagi Tuhan masih mencurah akan kemanusian
Bertahan bertahan dan teruslah bertahan
Kita sedar kita kenal dan kita nantikan
Sehingga tiba masanya, kita dimuliakan
Ingatlah wahai teman persaudaraan
Janji Tuhan itu tepat tidak pula pernah diperdayakan
Al- Israq : 4-7
Bertahan bertahan dan teruslah bertahan
-brokay-