Thursday, April 3, 2014

Ubat si Diri


Melempar pandangan ke luar tingkap
Ku Lepaskan segalanya di sana
Di sana di belakang aku tinggalkan
Yang aku sendiri tidak akan Lupakan

Payah hidup di belantara duri Hari
Segalanya ku redahi dan ku redhai
ku tebasi hari-hari demi Ini
Satu Anugerah dari Illahi...

Segala babak tulus usahaku
Sebagai Pengiat Pencari Ilmu
Sikap balasan mereka padaku
Letih dan kecewa ku HILANG !!
Meresap !! entah kemana?!!

Ayah... sikap selamba mu
Menjadi suatu tanda tanya bagiku
Ku sangkakan Tiada perasaan mu
Tetapi sebenarnya kamu teman setiaku

Umi... Senyuman mu adalah
Raja segala Ubat
Jarum waktu menabiri penemuan si Murni
Inilah rahsia Penyembuhan segalanya

Inilah Kelazatan yang terhadam 
Walau tidak dikunyah telan
Nikmat dan kelazatannya
Menembusi segala zat yang ada

Ya Tuhanku,
Biarpun hidup kami susah
Pastikan tidak akan ada cacat pada kemudi tatapan
Mata hati kami dikala melihat
antara Fitrah dan Fitnah dunia

Tabahkanlah hati kami
Mencari pelita yang kau cipta
Demi Menerangi kegelapan kami
Agar kami tidak sesat dan menyesati
Di bumi yang kami sendiri singgahi

Terima kasih ke atas ini
Sekuntum senyuman 
Amat tulus di dalam niat
Untuk terus setia berKawan

Alhamdulillah...